PASURUAN - Bersama komite nasional pemuda indonesia ( KNPI) dan himpunan pengusaha muda indonesia (HIPMI),Komisi pemilihan umum ( KPU) Kabupaten Pasuruan menggelar acara kegiatan sosialiisasi tahapan pemilihan Bupati dan wakil Bupati Pasuruan tahun 2024,di lantai 2 gedung KPU kabupaten pasuruan jum'at 09/08/2024
kegiatan tersebut ini dihadiri oleh Ketua KPU Ainul Yaqin, Komisioner sodikparmas SDM M Rois,Ketua Kadin pengusaha Kabuapten Pasuruan Eko Widiyatmo S.E M. M serta para undangan pengurus KNPI maupun HIPMI kabupaten pasuruan.
Ketua Kadin pengusaha Eko Widiyatmo S.E M.M menjelaskan pentingnya pengusaha dalam menentukan pemimpin dalam Pilkada tahun 2024 serta mempunyai peran strategis dalam memilih kepala daerah di mana pengusaha mempunyai visi misi yang mampu mempengaruhi masyarakat dan mendorong partisipasi pemilih dalam memberikan advokasi kebijakan publik juga menjadi contoh sebagai pemimpin untuk mendukung stabilitas sosial bisa memberikan
Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
"Jadi peran pengusaha sangat penting dalam ikut mensukseskan pemilihan kepala daerah
Baik dari segi pendanaan juga pengaruh kepada masyarakat dimana seorang pengusaha juga bisa jadi penguasa. menjadi pemimpin yang tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat menjadi peluang pemuda dengan semangat untuk mencapai kesuksesan di mana kontribusi pemgusaha sangat penting "kata Eko widiyatmo
Sementara M Rois sebagai Sosdikparmas memaparkan tahapan kegiatan sosialisasi kali ini bersama Komite nasiaonal pemuda indonesia ( KNPI) dan Himpunan pengusaha muda indonesia ( HIPMI) jadi lebih mudah bisa memahami dalam sosialisasi tahapan pemilu karena kami percaya kedekatanya dengan masyarakat. Jadi KPU berupaya untuk memahamkan tahapan tahapan pemilu kepada organisasi HIPMI maupun KNPI.
"Harapan kami organisasi HIPMI maupun KNPI ikut serta mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengajak pada tanggal 27 november 2024 datang ke TPS mencoblos untuk menetukan pilihanya serta memberi arahan dan pemahaman jangan sampai golput"ungkap rois
"Selain itu kami juga mensosialisasikan cara mencoblos yang benar, agar masyarakat itu tahu kapan mencoblos, tahu cara mencoblos kemudian mau mengajak masyarakat. Dan terus menjaga kerukunan. karena kita tahu banyak orang memprediksi eskalasi perdebatan masyarakat terkait fanatisme. Di Pilkada ini lebih tinggi daripada di Pemilu kemarin. Oleh karena itu kami meminta, mereka ini juga menjadi mediator apabila ada kedua belah pihak saling beradu argumen di masyarakat,"imbuhnya.(Endang)